
duduk sama rendah berdiri sama tinggi
وَالنَّاسُ أَرْبَعَةٌ: مُوَسَّعٌ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا مَقْتُوْرٌ عَلَيْهِ فِي الْآخِرَةِ، وَمُوَسَّعٌ عَلَيْهِ فِي الْآخِرَةِ مَقْتُوْرٌ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا، وَمُوَسَّعٌ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَقْتُوْرٌ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ (رواه أحمد وابن حبان عن خريم بن فاتك)
Manusia itu ada 4 (empat) macam, yaitu:
(1) Manusia ada yang memiliki
kelapangan di dunia, namun ia fakir di akhirat,
(2) Ada yang memiliki kelapangan di akhirat, namun ia fakir di dunia,
(3) Ada yang memiliki kelapangan di dunia dan juga kelapangan di akhirat, dan
(4) Ada yang sengsara di dunia dan sengsara juga di akhirat.
(HR. Ahmad No. 18900, 19039, Ibnu Hibban No. 6171 dari Khuraim bin Fatik. Al Arnauth menyatakan Hadits ini Shahih, demikian pula Al Albani dalam Ash Shahihah No. 2604) .
Tetaplah selalu berdo’a agar kita semua menjadi orang yang selamat di Dunia sampai Akhirat, apapun kondisi dan status sosial serta ekonomi kita, yang terpenting adalah selamat.

Tinggalkan komentar