بسم الله الرحمن الرحيم
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ[1]
6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۚ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ طَهُورٗا [2]
48. Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,
إِذۡ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةٗ مِّنۡهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيۡكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذۡهِبَ عَنكُمۡ رِجۡزَ ٱلشَّيۡطَٰنِ وَلِيَرۡبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمۡ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلۡأَقۡدَامَ [3]
11. (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).
Defenisi dari Bersuci (الطّهارة) secara Etimologi/Bahasa : ialah berarti “Bersih” dan “Jernih/tidak bercampur dengan kotoran” secara panca indra: seperti suci dari hadast, kotoran,(الخبث ) . secara Maknawi/tidak terlihat mata: seperti suci dari penyakit hati contoh: seperti sifat ‘Ujub (العجب), Takabbur (sombong/congkak), Hasud (Dengki), Pamer (الرياء).
Defenisi secara Syari’at/Undang-undang Agama Islam: “(رفع الحدث)Menghilangkan Hadast atau (إزالة النجس) Najis, atau yang memiliki arti keduanya dan gambaran keduanya”. Hal ini telah dikemukakan oleh Al-Imam An-Nawawiy. Dan penjelasan Defenisinya (Ta’rifnya):
- (رفع الحدث) : seperti Wudlu’, dan Mandi.
- (إزالة النجس) : seperti Istinja’ (cebok) dengan air, dan mencuci baju yang terkena Najis.
- (ما معنى رفع الحدث) :seperti Tayamum, dan Wudlu’nya orang yang sedang darurat contoh : orang yang bermasalah pada kencingnya (beser), maka Hadast tidak dapat dihilangkan dengan (Wudlu’ dan tayamum).
- (ما فى معنى إزالة النّجاسة) : seperti peper memakai batu, maka bekas najis masih tersisa.
- (ما على سورة رفع الحدث) : seperti mandi yang disunnahkan, dan wudlu’ yang diperbaharui, pada basuhan yang kedua dan ketiga dalam membasuh tangan dan selainnya, karena keduanya tidak dapat menghilangkan hadast, gambaran keduanya seperti pada basuhan yang pertama.
- (ما على صورة إزالة النجاسة) : seperti pada basuhan yang kedua dan ketiga dalam menghilangkan najis, karena kedua (basuhan) itu tidak dapat menghilangkan najis, dan gambaran keduanya seperti pada Basuhan yang pertama.

MACAM ALAT BERSUCI
Adapun bentuk dari alat untuk bersuci ada 4 (empat) :
- Wudlu’ (الوضوء)
- Mandi (الغُسل)
- Tayamum (التيمم)
- Menghillangkan Najis.(إزالة النَّجاسة)
SESUATU YANG DAPAT DIJADIKAN ALAT BERSUCI
- Air : Apabila air itu Suci dan menyucikan (Air Mutlaq)
- Debu : Apabila debu yang suci dan mensucikan bersih tidak berlumuran.
- Samak : Apabila ada alat yang runcing yang dapat mencabut sisa-sisa dari kulit.
- Batu Istinja’ : Apabila spesifikasi batu tersebut dapat mencabut, (benda keras),
yang suci, dan yang bukan dimuliakan/ dihargai.
[1] سورة المائدة أية 6
[2] سورة الفرقان أية 48
[3] سورةالأنفال اية 11

Tinggalkan komentar