ILMU HARUS DITERIMA DARI AHLINYA.
Di zaman akhir ini kita harus ekstra hati-hati dalam mengambil dan menyerap ilmu syariat. Begitu banyak orang yang berani bicara agama, tanpa bermodalkan ilmu yang bisa dipertanggung jawabkan. Nabi bersabda:
عَنِ الْإِمَامِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: {لَاتَحْمِلْ اَلْعِلْمَ عَنْ أَهْلِ الْبِدَعِ، وَلَا تَحْمِلْهُ عَمَّنْ لَمْ يُعْرَفْ بِالطَّلَبِ، وَلَا عَمَّنْ يَكْذِبُ فِيْ حَدِيْثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لَا يَكْذِبُ فِيْ حَدِيْثِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} رَوَى ابْنُ عَسَاكِرَ
“Jangan mengambil ilmu dari Ahli bid’ah dan jangan mengambil ilmu dari orang yang tidak teridentifikasi kapan mondoknya dan kapan dia belajar ilmu agama, dan jangan mengambil ilmu dari pembohong dalam berbicara, meskipun tidak berbohong dalam mengurai hadits Rasulullah SAW. (HR. Ibnu ‘Asakir).

Tinggalkan komentar